Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Pengertian Asuransi Syariah & Perbedaannya Menggunakan Premi Konvensional


Saat ini, terdapat poly jenis dan manfaat yg ditawarkan sang iuran pertanggungan, pada mana setiap perusahaan premi mempunyai majemuk fitur & keunggulan pada masing-masing produk yang mereka keluarkan. 

Tetapi menjadi calon pengguna, maka sudah sewajarnya apabila kita memahami & mengenal dengan baik asuransi yg akan kita pilih & pakai. Hal ini akan membantu kita buat menerima manfaat dan keuntungan yang maksimalatas penggunaan tadi.

Selama beberapa tahun terakhir, iuran pertanggungan syariah menjadi salahsatu produk iuran pertanggungan yang banyak dibicarakan pada kalangan warga . Asuransi ini hadir buat memenuhi kepentingan dan keinginan banyak orang yang mengharapkan adanya sebuah produk iuran pertanggungan yang halal dan sinkron dengan ketentuan syariah.

Menurut Dewan Syariah Nasional, iuran pertanggungan syariah adalah sebuah bisnis buat saling melindungi dan saling tolong menolong pada antara sejumlah orang, pada mana hal ini dilakukan melalui investasi pada bentuk aset (tabarru) yang memberikan pola pengembalian buat menghadapi risiko eksklusif melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.

Dalam asuransi syariah, diberlakukan sebuah sistem, di mana para peserta akan menghibahkan sebagian atau seluruh donasi yang akan dipakai buat membayar klaim jika terdapat peserta yang mengalami musibah. Dengan istilah lain mampu dikatakan bahwa, pada pada iuran pertanggungan syariah, peranan berdasarkan perusahaan asuransi hanyalah sebatas pengelolaan operasional & investasi dari sejumlah dana yg diterima saja.

Di indonesia, iuran pertanggungan syariah telah poly tersedia pada banyak sekali produk-produk iuran pertanggungan jiwa maupun asuransi kesehatan yg bisa didapatkan dengan mudah melalui perusahaan-perusahaan asuransi partikelir.

Dalam perkembangannya, iuran pertanggungan syariah mempunyai banyak keunggulan dan kelebihan apabila dibandingkan menggunakan iuran pertanggungan konvensional. Hal ini tentu saja menciptakan adanya disparitas fundamental di antara kedua jenis iuran pertanggungan tadi.

Sebagai contoh apabila Anda ingin mengajukan iuran pertanggungan kesehatan syariah dari Prudential, Allianz, Sinarmas, atau AIA, tentu saja terdapat beberapa laba yg diberikan dibandingkan dengan iuran pertanggungan kesehatan biasa.Berikut ini adalah disparitas yg masih ada di antara iuran pertanggungan syariah & iuran pertanggungan konvensional secara umum:

Pengelolaan RisikoPada dasarnya, pada iuran pertanggungan syariah sekumpulan orang akan saling membantu dan tolong menolong, saling menjamin & bekerja sama dengan cara mengumpulkan dana hadiah (tabarru). Dengan begitu bisa dikatakan bahwa pengelolaan risiko yang dilakukan di pada asuransi syariah merupakan menggunakan prinsip sharing of risk, pada mana resiko dibebankan/dibagi pada perusahaan dan peserta iuran pertanggungan itu sendiri.

Sedangkan pada pada iuran pertanggungan konvensional berlaku sistem transfer of risk, pada mana resiko dipindahkan/dibebankan oleh tertanggung (peserta asuransi) kepada pihak perusahaan asuransi yg bertindak sebagi penanggung pada dalam perjanjian iuran pertanggungan tadi seperti pada iuran pertanggungan kesehatan, premi kendaraan beroda empat, atau premi bepergian.

Pengelolaan DanaPengelolaan dana yang dilakukan di pada iuran pertanggungan syariah bersifat transparan & digunakan sebesar-besarnya untuk mendatangkan keuntungan bagi para pemegang polis asuransi itu sendiri.

Di dalam iuran pertanggungan konvensional, perusahaan premi akan menentukan jumlah besaran premi dan aneka macam biayalainnya yang ditujukan buat membentuk pendapatan dan laba yang sebesar-besarnya bagi perusahaan itu sendiri.

Sistem Perjanjian Di pada asuransi syariah hanya digunakan akad hibah (tabarru) yang didasarkandalam sistem syariah dan dipastikan halal. Sedangkan pada dalam iuran pertanggungan konvensional akad yg dilakukan cenderung sama dengan perjanjian jual beli.

Kepemilikan DanaSesuai menggunakan akad yg dipakai, maka di dalam iuran pertanggungan syariah dana asuransi tadi adalah milik beserta (semua peserta premi), pada mana perusahaan asuransi hanya bertindak menjadi pengelola dana saja. 

Hal ini tidak berlaku pada pada premi konvensional, karena iuran pertanggungan yg dibayarkan pada perusahaan asuransi adalah milik perusahaan asuransi tersebut, yang mana dalam hal ini perusahaan iuran pertanggungan akan memiliki kewenangan penuh terhadap pengelolaan & pengalokasian dana premi.

Pembagian KeuntunganDi dalam asuransi syariah, semua laba yang didapatkan oleh perusahaan terkait dengan dana asuransi, akan dibagikan pada seluruh peserta iuran pertanggungan  tersebut. Tetapi akan berbeda dengan perusahaan asuransi konvensional, pada mana seluruh keuntungan yg didapatkan akan menjadi hak milik perusahaan iuran pertanggungan tersebut.

Kewajiban ZakatPerusahaan asuransi syariah mewajibkan pesertanya untuk membayar zakat yg jumlahnya akan disesuaikan dengan besarnya laba yg dihasilkan sang perusahaan. Hal ini tidak berlaku pada pada premi konvensional.

Klaim & LayananDi pada iuran pertanggungan syariah, peserta mampu memanfaatkan proteksi biayarawat inap pada tempat tinggalsakit buat seluruh anggota famili. Di sini diterapkan sistem penggunaan kartu (cashless) & membayar semua tagihan yang timbul.

Satu polis iuran pertanggungan dipakai buat semua anggota famili, sebagai akibatnya asuransi yg dikenakan oleh asuransi syariah jua akan lebih ringan. Hal ini nir berlaku pada iuran pertanggungan konvensional, di mana setiap orang akan memiliki polis sendiri dan asuransi yang dikenakan tentu akan lebih tinggi.

Asuransi syariah juga memungkinkan kita untuk mampu melakukan double claim, sebagai akibatnya kita akan permanen menerima klaim yg kita ajukan meskipun kita telah mendapatkannya melalui iuran pertanggungan kita yg lain.

PengawasanDi pada premi syariah, pengawasan dilakukan secara ketat & dilaksanakan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) yg dibuat langsung sang Majelis Ulama Indonesia (MUI) & diberi tugas buat mengawasi segala bentuk aplikasi prinsip ekonomi syariah di Indonesia, termasuk mengeluarkan fatwa atau aturan yang mengaturnya.

Di setiap lembaga keuangan syariah, wajibterdapat Dewan Pengawas Syariah (DPS) yg bertugas sebagai pengawas. DPS ini merupakan perwakilan menurut DSN yang bertugas memastikan forum tadi telah menerapkan prinsip syariah secara benar.

DSN inilah yang lalu bertugas buat melakukan supervisi terhadap segala bentuk operasional yg dijalankan di dalam asuransi syariah, termasuk menimbang segala sesuatu bentuk harta yang diasuransikan sang peserta asuransi, di mana hal tersebut haruslah bersifat halal dan lepas menurut unsur haram. 

Hal ini akan dilihat dari dari & asal harta tersebut serta manfaat yg dihasilkan olehnya.

Berbeda halnya menggunakan iuran pertanggungan konvensional, pada mana berasal menurut objek yg diasuransikan tidaklah sebagai sebuah perkara, karena yg ditinjau sang perusahaan adalah nilai dan iuran pertanggungan yg akan ditetapkan pada perjanjian asuransi tersebut.

Instrumen InvestasiHal ini juga menjadi sebuah disparitas yg akbar dalam asuransi syariah & konvensional. Di pada premi syariah, investasi tidak sanggup dilakukan dalam aneka macam aktivitas bisnis yang bertentangan menggunakan prinsip syariah & mengandung unsur haram pada kegiatannya. Yang termasuk pada kegiatan ini merupakan:

Perjudian & permainan yg tergolong ke dalam judi. Perdagangan yg dilarang dari syariah, diantaranya: perdagangan yang nir disertai menggunakan penyerahan barang/jasa, & perdagangan menggunakan penawaran/permintaan palsu. Jasa keuangan ribawi, diantaranya: bank berbasis bunga, & perusahaan pembiayaan berbasis bunga. Jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) & / atau judi (maisir).

Memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan dan/atau menyediakan aneka macam barang, misalnya: barang atau jasa haram zatnya (haram li-dzatihi), barang atau jasa haram bukan karena zatnya (haram li-ghairihi) yang ditetapkan oleh DSN-MUI. Melakukan transaksi yang mengandung unsur suap (risywah).

Ketentuan misalnya ini tentu saja nir berlaku pada pada asuransi konvensional, karena dalam dasarnya di dalam iuran pertanggungan konvensional perusahaan akan melakukan banyak sekali macam investasi dalam aneka macam instrumen yang ditujukan buat mendatangkan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi perusahaan.

Post a Comment for "Pengertian Asuransi Syariah & Perbedaannya Menggunakan Premi Konvensional"