Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Klaim Asuransi: Pengertian, Tujuan, Cara Pengajuan, dan Tips

Klaim Asuransi: Pengertian, Tujuan, Cara Pengajuan, dan Tips

Setiap orang tentu memiliki risiko untuk sakit atau kehilangan sesuatu yang berharga di masa mendatang. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi risiko di atas adalah melalui kepemilikan asuransi. Klaim asuransi bisa membantu penggunanya terlindung dari berbagai risiko yang tidak diinginkan seperti kehilangan harta benda, kebakaran, sampai kecelakaan.

Sayangnya masih banyak orang yang berpikir bahwa kebutuhan asuransi tidaklah mendesak atau tidak penting untuk dimiliki. Tentunya pola pikir itu harus diubah karena siapapun bisa mengalami risiko terserang penyakit, kehilangan benda berharga, atau terkena bencana yang tidak bisa diduga. Nah, agar kamu lebih memahami tentang asuransi hingga proses klaimnya, Qoala sudah merangkum penjelasannya berikut ini.Apa Itu Klaim Asuransi?

Klaim asuransi adalah tuntutan dari pihak tertanggung karena adanya kontrak perjanjian dengan pihak asuransi untuk menjamin pembayaran ganti rugi selama pembayaran premi telah dilakukan oleh pihak tertanggung. Simpelnya, klaim adalah permohonan resmi yang diajukan kepada perusahaan asuransi supaya melakukan pembayaran kepada penerima.

Contoh saat ada orang yang meninggal dunia dan orang itu memiliki asuransi jiwa, ahli warisnya bisa mengajukan klaim. Bila semua syarat administratif terpenuhi, pihak asuransi akan melaksanakan kewajibannya membayar tanggungan kepada ahli warisnya sesuai kesepakatan yang tercantum. Klaim asuransi tidak hanya berlaku untuk asuransi jiwa saja, melainkan juga asuransi lainnya seperti asuransi kesehatan, pendidikan, dan seterusnya.Tujuan dan Fungsi Klaim Asuransi

Bisa dibilang asuransi merupakan investasi jangka panjang yang menguntungkan bagi penggunanya. Klaim asuransi menjadi salah satu hak yang wajib diterima nasabah selama rutin membayar premi asuransi. Berikut tujuan dan fungsi klaim asuransi yang patut kamu ketahui.1. Pengalihan risiko

Tujuan klaim asuransi ini merupakan yang paling utama dan penting. Pengalihan risiko berarti pihak tertanggung menyadari adanya ancaman bahaya dalam jangka pendek atau panjang terhadap jiwa maupun harta kekayaannya. Bila ancaman itu menjadi kenyataan, kamu akan menderita kerugian dan akan merasakan beban risiko yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Inilah yang menjadi fungsi asuransi bagi kamu dan keluarga sehingga tidak perlu pusing untuk memikul beban risiko itu. Asuransi berperan mengambil alih dari risiko kamu dengan membayarkan premi. Selama membayar premi, risiko akan berpindah ke pihak asuransi.2. Pembayaran ganti rugi

Fungsi klaim asuransi selanjutnya adalah untuk pembayaran ganti rugi. Bila kamu mengalami sebuah peristiwa yang menimbulkan kerugian misalnya terjadi kebakaran pada rumah, pihak asuransi akan mengganti kerugian yang sesuai dengan premi yang kamu pilih.

Hanya saja setiap asuransi punya batas plafon dari tanggungan yang bisa diberikan. Walau kerugian tidak ditanggung seratus persen, namun beban finansial kamu akan berkurang secara drastis.3. Pembayaran santunan

Asuransi juga berguna untuk membayar santunan bagi nasabah misalnya pada asuransi jiwa. Asuransi jiwa diadakan berdasarkan perjanjian antara nasabah dengan pihak asuransi. Selain itu undang-undang juga mengatur asuransi yang memiliki sifat wajib misalnya BPJS kesehatan. Asuransi sosial ini bertujuan melindungi masyarakat dari ancaman kesehatan yang bisa mengakibatkan kematian dan lainnya.Cara Klaim Asuransi

Sebagai orang yang menggunakan jasa asuransi, tentu kita berhak melakukan klaim asuransi sesuai dengan jenis asuransi yang digunakan. Setiap asuransi umumnya mempunyai cara klaim yang hampir sama sesuai jenis asuransi yang kamu gunakan.1. Cara klaim asuransi kesehatan

Asuransi kesehatan bisa membantu nasabah dalam melakukan pengobatan terutama yang berbiaya besar seperti tindakan operasi. Perusahaan asuransi terbaik biasanya memiliki berbagai produk asuransi kesehatan. Misalnya Asuransi Qoala yang memiliki produk asuransi kesehatan berupa penggantian biaya rawat inap, rawat jalan, serta kombinasi rawat inap dan rawat jalan. Untuk prosedur pengajuan klaim asuransi kesehatan di Qoala, Prudential, dan asuransi lainnya, kamu bisa mengikuti langkah di bawah ini:Pastikan polis asuransi kesehatan aktif dengan rutin membayar premi asuransi kesehatanPastikan penyakit yang hendak kamu klaim tidak termasuk dalam pengecualian. Pasalnya polis asuransi kesehatan menerapkan pengecualian yakni jenis-jenis penyakit atau kondisi yang tidak termasuk dalam cakupan perlindungan. Misalnya penyakit HIV/AIDS, biaya untuk barang-barang di luar alat kesehatan seperti tisu, dan biaya non obat seperti suplemen dan vitaminBila sudah memahami hal di atas, kamu bisa menghubungi agen asuransi dan memberitahu bahwa kamu sedang dirawat. Selanjutnya agen asuransi akan memberitahu langkah-langkah apa saja yang perlu kamu lakukan.

 Beberapa perusahaan asuransi juga menyediakan perwakilan di rumah sakit yang bisa membantu kamu dalam hal proses klaimKamu bisa menyimpan seluruh tanda bayar transaksi pengobatan untuk keperluan reimbursementBila sudah diizinkan pulang dari rumah sakit, kamu bisa segera mengajukan klaim dengan cara mengisi formulir klaim. Kamu bisa memperoleh formulir ini dengan mengunduhnya dari website perusahaan asuransiJangan menunda proses klaim karena kebanyakan perusahaan asuransi hanya menerima klaim untuk perlindungan kesehatan tidak lebih dari 30 hari setelah kejadianIkuti prosedur klaim yang biasanya bisa kamu tempuh melalui tiga cara:

 1. Kirimkan formulir klaim asli dan dokumen pendukung secara manual ke kantor perusahaan asuransi kesehatan; 

2. Unggah formulir klaim dan dokumen klaim secara online melalui website;

 3. Unggah formulir dan dokumen klaimSetelah mengirimkan formulir klaim dan dokumen pendukungnya, perusahaan asuransi akan melakukan pengecekan kelengkapan dokumen yang akan dikonfirmasi kepada nasabahBila dokumen lengkap dan klaim diterima, perusahaan asuransi akan membayarkan dana pengobatan kamu sesuai manfaat perlindungan yang tertera dalam polis2.

 Cara klaim asuransi jiwa

Asuransi jiwa menjadi salah satu produk yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Asuransi ini melindungi keluarga nasabah dari kerugian finansial akibat kematian tertanggung yang menjadi tulang punggung keluarga. Perusahaan asuransi biasanya memiliki empat produk asuransi jiwa terbaik, yakni:Asuransi Jiwa Berjangka: Asuransi jiwa jenis ini memberi perlindungan kepada nasabah dalam jangka waktu tertentu mulai dari 5, 10, sampai 20 tahunAsuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance): Asuransi jiwa jenis ini memberikan proteksi seumur hidup untuk nasabah dan rata-rata perusahaan asuransi menetapkan batasan usia pertanggungan hanya 100 tahunAsuransi Jiwa Dwiguna (Endowment Insurance): Asuransi jenis ini menawarkan dua manfaat yaitu sebagai asuransi jiwa berjangka sekaligus tabunganAsuransi Jiwa Unit Link: Asuransi jiwa unit link merupakan jenis asuransi yang menawarkan produk perlindungan diri sekaligus investasi yang menjanjikan keuntungan di masa depan

Setelah mengetahui jenis-jenis asuransi jiwa, kamu juga harus tahu cara mengajukan klaim asuransi jiwa. Penasaran? Berikut cara yang bisa kamu lakukan:Pertama, kamu atau ahli waris bisa menghubungi pihak asuransi untuk melaporkan bahwa tertanggung meninggal. Siapkan sejumlah dokumen seperti surat kematian dan dokumen polis asuransi untuk mendukung laporanSelanjutnya pihak asuransi akan memastikan & menghubungi ahli waris untuk melakukan sejumlah interview. Misalnya tentang kebenaran kabar meninggalnya tertanggung dan memastikan dokumen terkait polis asuransi berada ditangan ahli waris. Beberapa perusahaan asuransi menyediakan proses klaim secara onlinePihak asuransi akan mengirimkan formulir klaim untuk perlindungan jiwa karena tertanggung meninggal dunia. Kamu/ahli waris bisa menyiapkan dokumen dan mengisi seluruh formulir klaim lalu mengirimkan kembali kepada pihak asuransi. Beberapa dokumen pendukung yang diminta antara lain:

polis dan endorsement (Asli), fotokopi seluruh hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi, fotokopi KTP atau identitas diri dari penerima manfaat, Surat Keterangan Meninggal Dunia dari pemerintah setempat, Surat Keterangan Meninggal dari Dokter/Rumah Sakit yang berisikan penyebab kematian tertanggung, surat keterangan kepolisian (BAP) asli bila tertanggung meninggal dunia karena kecelakaanPihak asuransi akan melakukan verifikasi dokumen dan melakukan analisa bila data telah lengkapBila dokumen disetujui, pihak asuransi akan menghubungi ahli waris dengan perantara agen asuransi tentang ditolak atau diterimanya proses pengajuan klaim3.

Post a Comment for "Klaim Asuransi: Pengertian, Tujuan, Cara Pengajuan, dan Tips"