Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Ketahui Pengertian Asuransi dan Jenis Asuransi yang Bisa Dipilih

Ketahui Pengertian Asuransi dan Jenis Asuransi yang Bisa Dipilih

Asuransi adalah produk pengelolaan keuangan yang bertujuan untuk melindungi nasabah atau peserta dari kerugian finansial yang lebih besar. Kesepakatan di dalam asuransi melibatkan dua pihak, yaitu perusahaan asuransi sebagai penanggung dan nasabah sebagai tertanggung.

Tertanggung berkewajiban membayar sejumlah premi asuransi untuk mendapatkan pertanggungan dari penanggung sesuai dengan produk atau polis yang dipilih. 

Ada beragam produk asuransi yang bisa dibeli sesuai kebutuhan calon nasabah, misalnya saja asuransi kesehatan yang  menanggung biaya berobat di rumah sakit atau asuransi jiwa manfaatnya berupa pemberian santunan tunai. Selain itu, masih banyak produk asuransi umum atau jenis lainnya untuk berbagai perlindungan perorangan, kelompok, maupun barang-barang berharga.

Agar lebih jelas, mari simak informasi lengkap terkait apa itu asuransi berikut ini! Catatan tentang asuransiPengertian asuransi menurut para ahli

Apa itu asuransi menurut para ahli? Pengertian asuransi menurut UU No 40 Tahun 2014 merupakan perjanjian antara dua pihak, yaitu perusahaan asuransi dan pemegang polis.

Sementara beberapa ahli juga memberikan pandangannya mengenai pengertian asuransi. Pandangan para ahli ini bisa jadikan sebagai acuan kamu dalam memahami apa itu asuransi.Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

“Asuransi adalah perjanjian antara penanggung dan tertanggung, yang mewajibkan tertanggung membayar sejumlah premi untuk memberikan penggantian atas risiko kerugian, kerusakan, kematian, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan diderita karena suatu peristiwa yang tidak terduga (insurance).”Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

“Asuransi adalah pertanggungan (perjanjian antara dua pihak, pihak yang satu berkewajiban membayar iuran dan pihak yang lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang dibuat).”Jenis-jenis asuransi yang ada di Indonesia

Pada prinsipnya asuransi dibagi berdasarkan objek pertanggungannya, seperti asuransi kesehatan, jiwa, kecelakaan diri, umum, dan asuransi sosial. Berikut penjelasan dari masing-masing jenis asuransi yang ada di Indonesia.

1. Asuransi kesehatan

Asuransi kesehatan adalah produk asuransi yang memberikan jaminan kepada tertanggung untuk mengganti setiap biaya pengobatan yang meliputi biaya perawatan di rumah sakit, biaya pembedahan, dan biaya obat-obatan.

Produk asuransi kesehatan lainnya yang juga umum dicari orang adalah hospital cash plan dan asuransi penyakit kritis.

 2. Asuransi jiwa

Asuransi jiwa adalah program perlindungan finansial dalam bentuk santunan tunai apabila terjadi risiko meninggal dunia atau cacat total tetap pada pemegang polis (tertanggung). Produk asuransi jiwa yang juga banyak dicari orang adalah asuransi pendidikan. 

Cari tahu produk asuransi jiwa apa yang cocok dengan kebutuhanmu di sini!

3. Asuransi kecelakaan diri

Asuransi kecelakaan adalah produk asuransi yang memberikan solusi finansial jika tertanggung mengalami risiko kecelakaan diri. Solusi yang diberikan asuransi kecelakaan diri biasanya adalah santunan meninggal dunia dan biaya pengobatan akibat kecelakaan. 

4. Asuransi unit link

Asuransi unit link adalah produk asuransi yang memberi manfaat proteksi dan investasi. Artinya, nasabah bisa mendapatkan manfaat asuransi dan nilai tunai investasi sekaligus. Biasanya, produk satu ini umum ditemukan di asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. 

5. Asuransi umum

Asuransi umum adalah produk asuransi yang memberikan penggantian karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita tertanggung atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa.

Produk asuransi umum yang banyak dicari orang mencakup asuransi mobil, asuransi karyawan, asuransi properti, dan asuransi perjalanan. 

6. Asuransi sosial

Asuransi sosial adalah jenis asuransi yang dihadirkan oleh pemerintah untuk seluruh masyarakat Indonesia dengan premi terjangkau.

Terdapat dua produk asuransi sosial, yaitu BPJS Kesehatan yang memiliki fungsi serupa dengan asuransi kesehatan pada umumnya dan BPJS Ketenagakerjaan ditujukan untuk para pekerja.

Keanggotaan BPJS Kesehatan bersifat wajib dan nasabah wajib membayar iuran tiap bulan sesuai dengan jenis kelas yang dipilih.

Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan bersifat opsional yang iurannya langsung dipotong dari gaji karyawan atau dibayar sendiri oleh pengusaha.

5 Unsur yang ada dalam asuransi

Terdapat lima unsur dalam asuransi yang perlu kamu ketahui, yaitu penanggung dan tertanggung, polis, premi, klaim, serta uang pertanggungan atau santunan. Berikut penjelasan dari kelima unsur yang terdapat dalam asuransi:

1. Penanggung dan tertanggung

Istilah paling dasar dalam asuransi adalah penanggung dan tertanggung. Penanggung biasanya adalah perusahaan asuransi, sementara tertanggung adalah pihak yang menggunakan jasa asuransi tersebut. Tertanggung dalam polis adalah orang itu sendiri atau atas nama orang lain.

2. Polis asuransi

Polis asuransi adalah kesepakatan antara kedua belah pihak, yaitu penanggung dan tertanggung. Polis asuransi berisi ketentuan yang dibuat dalam bentuk tertulis baik kertas maupun digital terkait penerapan dan pertanggungan produk asuransi yang berlaku.

3. Premi asuransi

Premi asuransi adalah sejumlah dana yang akan ditarik oleh perusahaan asuransi. Jumlah dana tersebut tergantung kriteria yang ditetapkan oleh perusahaan asuransi dan kondisi anggaran nasabah.

4. Klaim asuransi

Klaim asuransi adalah ganti rugi atau jaminan finansial atas manfaat asuransi sesuai dengan yang tertulis dalam polis. Bila ada nasabah yang mengalami kerugian finansial tertentu yang tertuang dalam polis, maka mereka bisa mengajukan klaim. Nantinya, perusahaan akan membayarkan jumlah tertentu yang sudah disepakati sejak awal.

5. Uang pertanggungan atau santunan

Nah, sejumlah dana yang akan diterima oleh tertanggung tersebut disebut sebagai uang pertanggungan atau santunan. Jadi prosesnya nasabah membayar premi → terjadi kerugian →  nasabah mengajukan klaim. Lalu, perusahaan asuransi akan memberikan uang pertanggungan pada nasabah.

Kalau kamu penasaran dengan berapa uang pertanggungan yang sesuai dengan kebutuhanmu, coba lakukan perhitungan dengan menggunakan kalkulator di bawah.Dasar hukum asuransi di Indonesia 

Dasar hukum asuransi di Indonesia terbagi menjadi dua kategori, yaitu asuransi konvensional dan asuransi syariah. Untuk asuransi secara garis besar sendiri berlandaskan pada lima dasar hukum berikut: 

1.  Undang Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2014 tentang Usaha Perasuransian

Undang Undang Nomor 40 Tahun 2014 menjadi dasar hukum utama yang digunakan dalam mengatur kegiatan asuransi di Indonesia. Undang-Undang ini menggantikan UU Perasuransian sebelumnya, yaitu UU Nomor 2 tahun 1992.

Di dalamnya memuat peraturan mengenai perasuransian, mulai dari ruang lingkup, tata kelola, program asuransi wajib, perlindungan pemegang polis, dan masih banyak lagi. Penjelasan lengkap mengenai UU Nomor 40 Tahun 2014 bisa dilihat di sini!

2. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 1320 dan Pasal 1774

Dalam dasar hukum asuransi ini dijelaskan bahwa asuransi mengandung unsur perjanjian. Sebagaimana dalam KUHP dijelaskan syarat-syarat sehingga suatu perjanjian dapat dinyatakan sah atau sesuai hukum.

Terdapat empat syarat yang harus dipenuhi, yaitu “kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya, kecakapan dalam membuat suatu perikatan, suatu pokok persoalan tertentu, dan suatu sebab yang tidak terlarang.”

3. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Bab 9 Pasal 246

Di dalamnya disebutkan secara menyeluruh terkait ketentuan pertanggungan asuransi, batas uang pertanggungan yang dapat diberikan perusahaan asuransi, prosedur atas pertanggungan yang diberikan, pengajuan pengajuan klaim asuransi, dan pertanggungan dibuat secara tertulis melalui polis asuransi. 

4. Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 1992

Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 1992 mengatur penyelenggaraan usaha asuransi di mana secara prinsip memiliki tujuan untuk mendorong tumbuhnya pembangunan nasional Indonesia.

Adapun perusahaan asuransi harus memiliki prinsip usaha yang sehat dan memiliki tanggung jawab. 

5. Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 1999

Tujuan dari Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 1999 pada dasarnya serupa dasar hukum sebelumnya yang bertujuan untuk mengatur penyelenggaraan usaha asuransi di Indonesia.

Peraturan ini dibuat atas dasar perkembangan asuransi diikuti perubahan perekonomian di Indonesia. 

6. Majelis Ulama Indonesia (MUI) No: 21/DSN-MUI/X/2001

Post a Comment for "Ketahui Pengertian Asuransi dan Jenis Asuransi yang Bisa Dipilih"