Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Iuran Pertanggungan Syariah


Keberadaan produk premi syariah selain lantaran tuntutan pasar pula dikarenakan eksistensi suatu produk diperlukan dalam rangka menjaga komitmen terhadap prinsip-prinsip syariah terutama kemaslahatan ummat & rahmat bagi alam.

Produk premi syariah ditawarkan kepada seluruh rakyat, bukan saja muslim tetapi pula non-muslim. Prinsip tolong-menolong (takaful) pada premi syariah bermakna universal, tolong-menolong bukan saja ditujukan kepada sesama muslim namun semua manusia. Dimana satu diantara lain menjadi sesama insan mempunyai potensi mendapatkan resiko yg pada hayati ini. Prinsip tolong-menolong inilah yg menjadi kelebihan system premi syariah dibanding system premi konvensional. Dan hal ini yg membuahkan alasan bagi rakyat buat tertarik menjadi bagian dari penyelenggaraan iuran pertanggungan syariah.

Konsekuensi dari perkembangan premi syariah & banyaknya masalah wargayg ditemui, akan berdampak semakin beragam produk yg ditawarkan kepada rakyat. produk asuransi syariah adalah representasi berdasarkan syarat “permintaan” masyarakat akan keberadaan suatu produk. maka dengan keadaan ini perlu dukungan berdasarkan banyak sekali elemen masyarakat buat menjadikan posisi iuran pertanggungan syariah -menggunakan produk-produknya-semakin berarti dalam pembangunan.

A.    PENGERTIAN ASURANSI

Dalam bahasa Inggris istilah iuran pertanggungan dianggap “insurance” yg berarti menanggung sesuatu yg mungkin atau tidak mungkin terjadi & assurance yg berarti menanggung sesuatu yang pasti terjadi.

Adapun dari UU No. 2 Tahun 1992 mengenai peransuransian: Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, menggunakan mana pihak penanggungan mengikat diri kepada tertanggung menggunakan mendapat iuran pertanggungan asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung lantaran kerugian, kerusakan atau kehilangan laba yg diharapkan.

Adapun Asuransi Syariah (Ta’min, Takaful atau Tadhamun), dari Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI) adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian buat menghadapi risiko eksklusif melalui akad (perikatan) yg sinkron menggunakan syariah.

B. SEJARAH BERDIRINYA ASURANSI SYARI’AH

Dalam catatan sejarah global Barat, di kalangan bangsa Romawi ada gagasan melakukan perjanjian asuransi laut dalam abad II, lalu memencar pada beberapa daerah Eropa pada abad XIV. Pada Tahun 1680 di London berdiri asuransi kebakaran sebagai dampak insiden kebakaran besardi London pada tahun 1666 yang melahap lebih dari 13.000 tempat tinggal& kira-kira 100 gereja.

Pada abad XVIII timbul di Negara Prancis dan Belgia di Eropa, & Amerika. Kemudian pada abad XIX asuransi jiwa bagi awak kapal mulai dikenal, & mulai meluas dan berkembang dalam abad XX hingga sekarang. Perusahaan asuransi bahari & kebakaran yg pertama kali muncul pada Indonesia merupakan Bataviansche Zee & Brand Assurantie Maatshappij, didirikan dalam tahun 1843. Pada tahun 1912 lahir perusahaan iuran pertanggungan jiwa Bumi Putera menjadi bisnis pribumi.

Kemudian pada tanggal 27 Juli 1993, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) melalui Yayasan Abdi Bangsa bersama Bank Muammalat Indonesia (BMI) dan perusahaan Asuransi Tugu Mandiri putusan bulat memprakarsai pendirian Asuransi Takaful, menggunakan menyusun Tim Pembentukan Asuransi Takaful Indonesia (TEPATI).

Dan akhirnya dalam lepas 24 Februari 1994 berdirilah PT Syarikat Takaful Indonesia sebagai holding company dengan direktur Utama Rahmat Husen yang selanjutnya mendirikan 2 anak perusahaan yatu PT Asuransi Takaful Keluarga (berdiri tanggal 25 Agustus 1994, dan diresmikan oleh Menteri Keuangan Mar`ie Muhammad) dan PT Asuransi Takaful Umum (berdiri pada tanggal 2 Juni 1995, & diresmikan sang Menristek/Ketua BPPT BJ Habibie pada Hotel Shangri La)

C. LANDASAN HUKUM ASURANSI SYARI’AH

Konsep dalam asuransi syari’ah menurut dalam konsep takaful, dimana takaful berlandaskan rasa tanggung jawab & persaudaraan. Dalam ilmu tashrif atau sharaf takaful termasuk kedalam bina muta’adi yaitu tafaa’aala yg mempunyai arti saling menenggung atau saling mengklaim.

Landasan asuransi syari’ah yg bersumber berdasarkan sunnah:

“ Kedudukan interaksi persaudaraan & perasaan orang-orang yg beriman antra satu menggunakan yg lainnya sepeerti satu tubuh, bila keliru satu anggota tubuhny sakit maka semua anggota tubuh lainnya ikut merasakannya”. ( HR. Bukhori & muslim ).

Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Nomor : 21/DSN-MUI/X/2001 mengenai Pedoman Umum Asuransi Syari’ah. Dalam fatwa ini disebutkan beberapa prinsip umum mengenai premi syari’ah disamping akad dalam iuran pertanggungan syari’ah.

Secara generik, peraturan landasan aturan asuransi Syari’ah dalam dasarnya sama menggunakan yg berlaku dalam asuransi konvensional karena hal-hal yang berkenaan dengan administrasi & sistem laporannya.

D. FUNGSI ASURANSI SYARI’AH

Sebagai protection, investation and savingTumbuhnya rasa persaudaraan & rasa sepenanggungan di antara anggota.Implementasi dari anjuran Rasulullah SAW agar umat Islam saling tolong menolong.Jauh menurut bentuk-bentuk muamalat yg dihentikan syariat.Secara umum dapat menaruh proteksi-perlindungan menurut resiko kerugian yang diderita satu pihak.Juga menaikkan efesiensi, lantaran nir perlu secara khusus mengadakan pengamanan & pengawasan untuk memberikan proteksi yang memakan poly tenaga, ketika, dan porto.

Pemerataan biaya , yaitu cukup hanya menggunakan mengeluarkan biayayg jumlahnya eksklusif, dan tidak perlu membarui/ membayar sendiri kerugian yg muncul yang jumlahnya nir eksklusif & tidak niscaya.Sebagai tabungan, karena jumlah yg dibayar dalam pihak premi akan dikembalikan ketika terjadi insiden atau berhentinya akad.Menutup Loss of corning power seseorang atau badan usaha dalam waktu ia tidak bisa berfungsi(bekerja).

E. AKTIVITAS ASURANSI SYARI’AH

Usaha-bisnis iuran pertanggungan syari’ah yaitu :

1) Usaha iuran pertanggungan kerugian yang menaruh jasa pada penanggulangan resiko atas kerugian, kehilangan manfaat dan tanggung jawab hokum pada pihak ketiga yang ada dari insiden yang nir niscaya.

2) Usaha iuran pertanggungan jiwa yg memberikan jasa dalam penanggulangan resiko yg dikaitkan dengan hidup atau meninggalnya seseorang yg dipertanggungkan.

3) Usaha asuransi yang memberikan jasa dalam pertanggungan ulang terhadap resiko yang dihadapi perusahaan iuran pertanggungan kerugian dan perusahaan asuransi jiwa.

Adapun prinsip-prinsip asuransi syari’ah :

1) Saling membantu & bekerja sama dua) Saling melindungi berdasarkan banyak sekali macam kesusahan dan kesulitan.

3) Saling bertanggung jawab

4) Menghindari unsur gharar, maysir dan riba

Jenis dan produk asuransi syari’ah

Asuransi syari’ah terdiri berdasarkan 3 jenis :

Produk tabungan dari takaful individu antara lain :

Takaful Dana Investasi

Merupakan suatu agunan dana pada mata uang rupiah juga dollar Amerika Serikat bagi ahli warisnya apabila nasabah mangkatdunia lebih awal ataupun menjadi bekal hari tuanya.

a). Bila peserta mengundurkan diri sebelum perjanjian berakhir,maka perserta akan memperoleh hal berikut:Dana rekening tabungan yg telah disetorBagian laba atas output investasi rekening tabungan (mudharabah)

b). Bila peserta ditakdirkan mati pada masa perjanjian, maka ahli warisnya akan memperoleh hal berikut :Dana rekening tabungan yg sudah disetor Bagian keuntungan atas hasil investasi rekening tabungan (mudharabah)Selisih dari manfaat takaful awal (planning menabung) dengan asuransi yang sudah dibayar

c). Bila peserta hidup sampai perjanjian berakhir, maka pakar warisnya akan memperoleh hal berikut:Dana rekening tabungan yg sudah disetorBagian keuntungan atas output investasi rekening tabungan (mudharabah)Bagian keuntungan atas rekening khusus/tabarru’ yg ditentukan sang premi takaful famili, bila terdapat.

Merupakan suatu proteksi dana buat perorangan yang menginginkan dan merencanakan pengumpulan dana dalam mata uang rupiah maupun dollar Amerika Serikat.

Adapun manfaat dari takaful dana haji merupakan

Bila peserta mengundurkan diri sebelum perjanjian berakhir, maka peserta akan memperoleh hal berikut:Dana rekening tabungan yang telah disetorBagian keuntungan atas output investasi rekening tabungan (mudharabah)

Post a Comment for "Iuran Pertanggungan Syariah"