Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Asuransi Kecelakaan: Pengertian, Jenis dan Cara Klaim

Asuransi Kecelakaan: Pengertian, Jenis dan Cara Klaim

Keberadaan berbagai jenis asuransi saat ini telah disesuaikan dengan kebutuhan utama banyak orang. Bahkan sudah banyak orang yang sadar akan pentingnya memiliki asuransi untuk berbagai kejadian tidak terduga yang bisa saja datang dan bisa merugikan secara finansial.

Mulai dari asuransi kesehatan untuk perlindungan dari biaya pengobatan dan perawatan saat terjadi penurunan kesehatan, asuransi jiwa untuk perlindungan finansial kepada keluarga yang ditinggalkan pemilik asuransi dan asuransi perjalanan untuk perlindungan saat melakukan perjalanan keluar kota atau luar negeri.

Sekarang, ada satu lagi asuransi jenis perlindungan diri yang penting untuk dimiliki. Terutama untuk orang-orang yang profesinya bekerja dilapangan atau kebanyakan menghabiskan waktu diluar kantor dimana risiko kecelakaan lebih tinggi. Asuransi tersebut adalah asuransi kecelakaan diri.

Pengertian Asuransi Kecelakaan

Asuransi Kecelakaan Diri adalah jenis asuransi kerugian yang menjamin risiko cacat tetap total atau meninggal dunia karena kecelakaan.

Asuransi kecelakaan didesain untuk menjamin biaya perawatan akibat risiko yang dialami tertanggung ketika mengalami kecelakaan baik di tempat kerja atau di jalan saat berkendara, seperti cedera badan yang disebabkan kecelakaan.

Memiliki asuransi kecelakaan memiliki beberapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh pemilik asuransi, guna untuk mengurangi risiko atau kerugian finansial ketika mendapatkan kecelakaan di tempat kerja atau ketika berkedara dan melakukan perjalanan yaitu:

Pertanggungan biaya pengobatan atau perawatan akibat kecelakaan yang dialami seperti cacat sementara dan permanen.

Pengobatan yang secara langsung disebabkan oleh suatu kecelakaan, termasuk. Seperti, masuknya virus atau kuman penyakit ke dalam luka yang diderita sebagai akibat dari suatu kecelakaan

Pemberian uang santunan atau uang pertanggungan bagi keluarga yang ditinggalkan pemilik asuransi.

Manfaat polis asuransi ini dapat dibayarkan hanya apabila tertanggung meninggal dunia dalam jangka waktu yang telah ditetapkan atau polis masih berlaku (in force) ketika etrtanggung meninggal dunia.

Jenis-Jenis Asuransi Kecelakaan

Terdapat 4 jenis asuransi kecelakaan yang harus diketahui terutama untuk kamu yang memiliki pekerjaan dengan risiko kecelakaan yang tinggi, harus menghabiskan banyak waktu diluar dan sering melakukan perjalanan ke banyak tempat:

Jenis Asuransi

Cara Klaim

1. Asuransi Kecelakaan Diri

Asuransi kecelakaan diri bertujuan untuk melindungi diri kamu dari kerugian finansial yang dibutuhkan untuk pengobatan dan perawatan setelah kecelakaan juga hal-hal yang bisa didapatkan saat mengalami kecelakaan seperti:

  • Kematian
  • Luka berat
  • Luka ringan
  • Cacat permanen
  • Cacat sementara

Asuransi kecelakaan diri juga banyak dimiliki oleh para penyandang disabilitas. Untuk mendapatkan perlindungan komprehensif dari risiko kecelakaan pada tempat kerja atau tempat umum.

Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk penerimaan dana asuransi kecelakaan diri. Berikut syarat-syaratnya:

  • Sumber kecelakaan harus mendadak atau tiba-tiba.
  • Sumber kecelakaan adalah dari faktor luar dan bukan disengaja.
  • Sumber kecelakaan disertai dengan kekerasan.
  • Sumber kecelakaan harus terlihat jelas.
  • Datangnya sumber kecelakaan tidak dikehendaki
  • Akibat dari kecelakaan harus berupa luka fisik.
  • Hubungan sebab dan akibat tidak boleh putus.
  • Berikutnya prosedur yang harus di lakukan untuk meng-klaim asuransi kecelakaan diri adalah:
  •  Mengisi formulir klaim yang telah disediakan.
  • Surat asli keterangan dokter terkait tindakan medis yang dilakukan, termasuk visum Dokter.
  • Copy KTP.
  • Copy Polis Asuransi.

Bilamana terdapat dokumen lain yang dianggap perlu , maka ACP akan memintanya segera.

2. Asuransi Kecelakaan Kerja

Asuransi kecelakaan kerja adalah jenis asuransi kecelakaan yang melindungi kamu dari risiko kecelakaan saat bekerja. Baik itu di dalam atau di luar kantor.

Situasi apapun itu jika sedang dalam penugasan (bekerja/jam kerja) dan mengalami kecelakaan maka pihak asuransi wajib memberikan santunan atau meng-cover biaya pertanggungan pemilik asuransi.

Sejumlah keuntungan akan didapat peserta asuransi kecelakaan kerja, yaitu:

Pertanggungan biaya pengobatan atau perawatan akibat kecelakaan kerja. Seperti luka ringan, berat, cacar tidak tetap dan cacat permanen.

Pemberian uang santunan atau uang pertanggungan bagi keluarga yang ditinggalkan pekerja.

Santunan nantinya akan diberikan seluruhnya kepada keluarga jika anggota keluarga meninggal dunia.

Seperti asuransi kecelakaan diri, asuransi kecelakaan kerja juga memiliki beberapa syarat kondisi pemberian santunan. Yaitu:

Cacat sebagian namun bersifat selamanya atau permanen yang artinya kecelakaan tersebut telah mengakibatkan hilangnya salah satu atau lebih anggota tubuh.

Cacat kekurangan fungsi merupakan kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya beberapa fungsi anggota tubuh.

Cacat total merupakan kecelakaan yang menyebabkan seseorang tidak mampu lagi bekerja atau menggerakkan tubuhnya.

Proses pengajuan klaim asuransi kerja:

Mempersiapkan dan membawa surat keterangan dokter untuk klaim kecelakaan alam bentuk form BPJS Ketenagakerjaan 3b atau 3c.

Fotokopi seluruh hasil pemeriksaan penunjang (jika ada)

Membawa fotokopi kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Membawa Kuitansi biaya pengobatan dan perawatan serta kwitansi pengangkutan.

Membawa Surat Keterangan Kepolisian jika Kecelakaan tersebut melibatkan pihak Kepolisian

Melengkapi dokumen dengan membawa fotokopi kartu identitas diri (KTP / SIM / Paspor) yang masih berlaku dan dokumen lainnnya yang relevan dengan proses pertanggungan.

Namun sebelum mengajukan klaim, ada beberapa pengecualian dalam asuransi kecelakaan kerja yang harus diketahui yaitu:

Ø  Kecelakaan terjadi karena kesengajaan atau kecerobohan dari orang yang mengasuransikan atau tertanggung.

Ø  Berkelahi, melakukan atau berusaha bunuh diri atau melakukan tindakan kriminal.

Ø  Beberapa keluhan penyakit, seperti keluhan atau penyakit otak, penyakit, gangguan mental atau tertanggung dalam keadaan mabuk.

Ø  Kehamilan, melahirkan, keguguran, pembedahaan atau perawatan atau pengobatan lainnya.

Ø  Kecelakaan yang timbul pada saat tertanggung sedang dalam proses peradilan, ditahan atau dihukum

Ø  Gempa bumi, letusan gunung berapi, atau gelombang laut.

Ø  Perang, aksi militer dari negara asing, revolusi, permusuhan, perang sipil pemberontakan bersenjata, dan gangguan keamanan lainnya atau kerusuhan ataupun teroris.

Ø  Mengemudikan pesawat terbang atau kapal secara tidak sah.

Ø  Radiasi nuklir atau kontaminasi radioaktif.

Ø  Sifat radioaktif, ledakan alam, atau kerusakan karena alam.

3. Asuransi Kecelakaan Lalu Lintas

Asuransi kecelakaan lalu lintas adalah asuransi yang dikhususkan untuk melindungi para pengguna jalan baik itu pengendara, pejalan kaki dan orang-orang disekitar jalan raya da besar dari risiko kecelakaan lalu lintas seperti:

  • Luka ringan
  • Luka berat
  • Cacat sementara
  • Cacat permanen
  • Kematian
  • ·Biaya pengobatan dan perawatan rumah sakit.
  • Asuransi kecelakaan lalu lintas sendiri terbagi atas:
  •  Asuransi kecelakaan diri
  • Asuransi kecelakaan motor
  • Asuransi kecelakaan mobil

Asuransi kecelakaan lalu lintas ada karena tingginya angka kecelakaan bahkan kematian di jalan raya dan besar.

Baik karena kelalaian atau faktor lain seperti kerusakan kendaraan atau cuaca buruk dan faktor eksternal lainnya.

Untuk mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi atas kecelakaan yang terjadi juga memiliki beberapa syarat yang harus terpenuhi.

Post a Comment for "Asuransi Kecelakaan: Pengertian, Jenis dan Cara Klaim"